“Titip absen ya…”

“Siap bro, aman!”

Inilah fenomena mahasiswa/I saat ini, yaitu Titip Absen atau bekennya TA dimana seseorang yang tidak mengikuti kelas, meminta temannya untuk “mengisi” kolom absen miliknya.Tahukah teman-teman bahwa dari kebiasaan TA ini, kita bisa mendapat dosa karena membantu orang dengan cara yang salah lho.Kok bisa? Yuk baca sebentar. Sekarang kita lihat yang dimaksud dengan titip absen.  Dalam jurnal yang ditulis Rafita (2012), titip absen adalah menyuruh seseorang untuk menandatangani absensi. Biasanya dengan tujuan agar dapat dihitung hadir walaupun sebenarnya tidak hadir. Inilah yang disebut dengan “mahasiswa ghaib”.

Hal ini disayangkan sebab sudah menjadi budaya dikalangan mahasiswa. Berdasarkan survei tim Studenta Jurnal Bogor (2008), sekitar 80% mahasiswa pernah melakukan titip absen yang merupakan kejahatan berupa pemalsuan.Pada dasarnya, TA bukanlah tindakan yang jujur sehingga TA merupakan salah satu perwujudan korupsi kecil yang terjadi di Indonesia. Sebagai umat muslim, kita diwajibkan untuk berperilaku jujur, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW

عَنِ ابـْنِ مَسْعُوْدٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: عَلَـيْكُمْ بِـالصِّدْقِ فَاِنَّ الصِّدْقَ يَـهْدِى اِلىَ اْلبِرِّ وَ اْلبِرُّ يَـهْدِى اِلىَ اْلجَنَّةِ. وَ مَا يَزَالُ الـرَّجُلُ يَصْدُقُ وَ يَـتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْـتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيـْقًا. وَ اِيـَّاكُمْ وَ اْلكَذِبَ فَاِنَّ اْلكَذِبَ يَـهْدِى اِلىَ اْلفُجُوْرِ وَ اْلفُجُوْرُ يَـهْدِى اِلىَ النَّارِ. وَ مَا يَزَالُ اْلعَبْدُ يَكْذِبُ وَ يَـتَحَرَّى اْلكَذِبَ حَتَّى يُكْـتَبَ عِنْدَ اللهِ كَـذَّابـًا. البخارى و مسلم و ابو داود و الترمذى و صححه و اللفظ له

Dari Ibnu Mas’ud RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Wajib atasmu berlaku jujur, karena sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga. Dan terus-menerus seseorang berlaku jujur dan memilih kejujuran sehingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhkanlah dirimu dari dusta, karena sesungguhnya dusta itu membawa kepada kedurhakaan, dan durhaka itu membawa ke neraka. Dan terus menerus seorang hamba itu berdusta dan memilih yang dusta sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta”. [HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi. Tirmidzi menshahihkannya dan lafadh baginya]

Kita lihat potongan kata dalam hadits di atas “Wajib atasmu berlaku jujur….”. Dengan melakukan TA, otomatis kita berlaku dusta, karena kita berusaha menyembunyikan kedustaan teman kita sendiri. Alasan solidaritas bukanlah alasan yang logis karena rasa solidaritas seharusnya dibangun di atas kejujuran. Jika demikian, ketika Indonesia krisis moral, apa yang akan kita lakukan? Maka dari itu, hindari yang namanya TA. Cobalah berpikir lagi jika ada yang memintamu melakukan hal ini, dan yakinlah bahwa solidaritas melalui kerjasama TA dapat menjerumuskanmu ke dalam keburukan.

Melalui tindakan kecil yang dilakukan secara sustainable tersebut akan berdampak pada kenyamanan bagi orang yang melakukannya sehingga  akan menjadi sebuah budaya laten. Hal tersebut berdampak negatif bagi kehidupan di masa yang akan datang.

Jika jumlah kehadiran dalam presensimu mulai kritis.. cobalah berusaha lebih baik dalam mengatur waktu. Jika sangat terpaksa tidak bisa menghadiri kuliah, setidaknya masih ada “jatah ketidakhadiran 25%”. Tapi bukan berarti hal ini dimanfaatkan untuk membolos atau bekennya disebut “skip”. Mari kita bersama-sama memperbaiki diri. Semoga kita semua selalu lebih baik seiring bergantinya hari hingga akhir nanti. Aamiin

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *